FANFICTION ( SONG JOONG KI & MOON CHAE WON) FIRST LOVE (첫사랑) PART 1

1001131_647055701990378_752970778_n

ANYEONG *tebar samurai

HAI READERS,sudah lama hiatus,bosen gak ngapa ngapain,sekarang saya mau bikin FF CHAEKI chapter loh *gak tanya* berhubung bentar lagi bulan puasa ,saya jamin FF saya jauh dari adegan LAKNAT ,yah walau masih ada KISS AND HUG (XOXO MODE ON) gapapalah itu udah wajar dan tuntutan wajib (?)

Daripada lama

 

GO  READING

 

*WARNING*

Semua tokoh yang ada di sini milik orang tua mereka masing masing,IDE CERITA ASLI MILIK SAYA JADI KALO ADA YANG MAU COPAS HARAP IJIN,sedangkan IMAJINASI milik PARA READERS ^^

 

Main Cast                                : Song Joong Ki

                                                         Moon Chae Won

RATED                                      : T

GENRE                                      : Romance

ORIGINAL TITLE            : FIRST  LOVE (첫사랑)

Screen Play                            : Uchiha Hikaru / Hwang Sungyoung   

.

.

.

.

.

.

Aku hanya seorang gadis yang mempunyai fisik yang lemah,20 tahun aku menderita peenyakit gangguan pernafasan,Ayahku pemilik rumah sakit terkenal di Seoul sedangkan ibuku hanya Ibu Rumah Tangga biasa .Aku anak tunggal yang cepat atau lambat akan mewarisi semua harta orang tuaku termasuk rumah sakit yang terbilang mawah itu,terkadang aku merasa kasihan dengan kedua orang tuaku yang setiap hari selalu mencemaskanku dengan berlebihan meskipun aku aku selalu saja bilang AKU BAIK BAIK SAJA mereka tak akan percaya semudah itu,banyak orang berpendapat bahwa dunia tidak berpihak padaku,tapi menurutku itu argumen yang salah ,aku tak pernah merasa dunia mengabaikanku bahkan tak berpihak padaku,aku menikmati hidupku aku bersyukur  atas semua yang tuhan berikan padaku ,setiap jam ,menit , detik aku tak pernah menyia nyiakan waktu dengan percuma

Banyak gadis di usia muda sepertiku menyempatkan waktu hanya untuk sekedar berkencan atau berkaraokean .Tapi aku hanya bisa berkeliaran di sekitar rumah sakit dan membantu pasien,sebenarnya aku juga seorang mahasiswa jurusan seni ,tetapi dosen selalu datang ke rumah sakit ini dan aku tak perlu ke universitas .kadang yang kulakukan di rumah sakit  adalah hanya sekedar menunjukkan arah pada seseorang yang bingung akan denah rumah sakit yang besar ini,atau menghibur anak anak dengan keahlian bermusik ku,ini sudah cukup membuatku senang.Dan hampir setiap hari kuhabiskan waktuku di rumah sakit ini .

“Chae won Agassi,lebih baik di dalam saja” salah seorang perawat rumah sakit berbicara padaku di saat aku merajut di bangku taman depan rumah sakit

“Aniya,aku merasa lebih baik di siniI”Aku menoleh dan memberikan ekspresi meyakinkan padanya

“Tapa Agassi;;;”

Sebelum perawat itu meneruskan ucapannya aku memegang tangan kanannya

“Gwaechana eoh”Aku tahu ia khawatir pada tubuhku,tapi aku mengetahui kondisi tubuhku sekarang ini

Akhirnya perawat itu menyerah juga

2 jam aku bergelut dengan jarum pintal ini ,kurenggangkan ototku guna menormalkan bahuku yang yang kelewat pegal ini,yah setidaknya aku sudah membuat 2 syal untuk hari ini,sebentar lagi memasuki musim dingin,aku sudah jauh jauh hari membuat syal untuk anak anak di rumah sakit ini ,dan semuanya terkumpul 20 syal .

Merasa tidak ada yang akan kukerjakan lagi aku beranjak dari kursi dan masuk ke dalam rumah sakit.Beberapa meter tepat di depanku kulihat seorang ibu yang memohon pada dokter choi sambil menangis ,aku tak tau apa yang sebenarnya terjadi tetapi sepertinya aku penasaran ,untuk memastikannya aku mendekati doketr choi

“Apa yang terjad?i” ucapku pada dokter choi, kulirik ibu itu ia  menangis dan berkata “SELAMATKAN ANAKKU” bukan hanya ibu itu saja yang menangis tetapi 3 anak lainnya juga ikut menangis, ada rasa sedikit iba pada ibu itu

“Anaknya tabrak lari tadi ,kini ada di ruang UGD ,tetapi di karenakan ibu ini tidak bisa membayar uang administrasi”

“bukankah sudah kukatakan!, tangani pasien terlebih dahulu!” aku sudah berulang kali melihat kejadian persis seperti ini,dan hal itu membuatku muak.

“Agassi,,”

“kau anggap apa nyawa manusia?” kata kataku kulontarkan begitu saja pada dokter choi

“Ne,mianhe Agassi”

setelah melihat dokter choi pergi ke ruang UGD aku hanya bisa menghembuskan nafas,di rumah sakit ini total 50 dokter spesialis,dan di antaranya masih ada juga yang lebih mengutamakan finansial, Ini memalukan.

“gamsan hamnida,agassi”ibu itu tak henti hentinya menunduk dan memegang kedua tanganku.

“Ania,ajhuma,semoga anak ajhuma lekas sembuh” ucapku sembari tersenyum.

.

.

.

.

.

Seorang pria kira kira 50 tahun kini tengah bergelut dengan setumpuk dokumen yang ada di atas meja,kadang ia menyesap berkali kali kopi luak yang memang di sediakan untuknya,tangannya tak henti hentinya menulis sederet angka,entah apa yang ia hitung.sejurus kemudian dering telepon berbunyi dan itu sedikit mengalihkan perhatiannya.

“yeoboseyo,Ne? Mworago? Bolos lagi? Ah ne ” ia menutup gagang telepon dengan kasar.

“Sekretaris Jang!!”

“Ye,sajangnim”

“cari joongki,bawa dia ke rumah ,dia bolos lagi sewaktu kuliah” pria tua yang di panggil sajangnim ini ternyata kakek dari song joong ki cucu pewaris tunggal Haenim Group.

“Ne,” sekretaris jang hendak berbalik tapi langkahnya terhenti ketika sang kakek menahan tangannya.

“Jamkan,blokir semua kartu kredit,hotel dan fasilitas lain” kakek joong ki tidaklah mudah dalam mengambil suatu keputusan,ia tahu cucunya tak akan mudah kembali ke rumah,jika itu terjadi maka joong ki akan bebas pergi ke mana saja menggunakan uang perusahaan,dan semua akan berakhir jika semua fasilitas joong ki di blokir.

“dua puluh ribu won,sepuluh ribu won,total seratus tiga puluh ribu won” namja tampan dengan setelan kemeja yang sudah berantakan kini tengah berjalan sembari menghitung sisa uang yang baru saja ia ambil pada saku celananya.

“Ah,kenapa aku begitu miskin” ia menatap pasrah pada uang yang sekarang ia pegang.

Setibanya di persimpangan jalan, segerombol orang,yah katakanlah saja 40 orang,tengah berdiri di depan namja tadi.

“eoh,sekretaris jang,kau mencariku? Ahh cepat sekali” tahu jika kondisinya tak akan menguntungkan ia segera berbalik,oh mungkin ini hari sialnya,di belakang juga terdapat segerombolan orang,rupanya sedari tadi joong ki sudah di awasi.Jalan keluar hanya ada dua menyerah tanpa syarat atau melarikan diri meskipun resiko lebam lebam mengancam joong ki.

“Ahjussi,kumohon lepaskan aku Ne” joongki mencoba memohon dengan tampang innocent.

“joong ki~ssi,sajangnim menyuruhmu untuk pulang ke rumah”

“Aishh sajangnim,sajangnim,kenapa hanya kakek yang kau pikirkan eoh!” joong ki mengacak rambutnya frustasi

“Joong ki~ssi!!”

“Andwae” tolak joong ki dengan cepat

“SONG JOONG KI!!”

“yaaaa!,kau pikir kau siapa membentakku begitu eoh”

“baiklah terpaksa,kami menggunakan cara yang sedikit kasar”

“yah lebih baik memang begitu bukan” joong ki kinimengambil sikap waspada,tidak mudah jika musuh lebih banyak bukan?
Dengan kemampuan beladiri yang bisa dikatakan standar ,joong ki akhirnya bisa terlepas dari bawahan sekretaris jang,tetapi mustahil jika ia juga tak terluka sedikitpun,lebam lebam di sekitar wajahnya,di tambah luka goresan yang lumayan lebar di sekitar mata,membuat si pemilik wajah tersebut harus meringis kesakitan.

“ini lebih sakit dari yang kubayangkan”

.

.

.

.

.

#JOONG KI POV

“lebih baik aku ke rumah sakit saja,ini terlalu parah” mau tak mau aku harus ke rumah sakit,goresan di dekat mataku ini benar benar menyiksaku,aku bersyukur tidak mati di tangan mereka.Aku memasuki rumah sakit yang terbilang besar ini,wajar saja lokasi rumah sakit tepat di tengah kota,dan kabarnya ini adalah rumah sakit terbaik di SEOUL.almarhum ayahku dulu bekerja di sini sebagai dokter spesialis penyakit dalam,ah tapi aku tak suka bau rumah sakit,dan benar saja begitu aku masuk aroma medis memenuhi ruang paru paruku,cih ini yang aku tak suka,bau rumah sakit memang menjijikan.

Banyak perawat berlalu lalang di hadapanku,entah sesibuk apa mereka sehingga pasien sepertiku terabaikan,kudengar bisik bisik perawat yang tengah berdiri di sampingku.

“chae won~ssi memainkan alunan piano yang mengagumkan” ujar perawat itu.

Oh aku tak salah dengar memainkan piano di rumah sakit? Yang benar saja?ini rumah sakit dan bukan teater musik menggelikan,tapi aku ikut penasaran juga siapa chae won yang di sebut sebut perawat tadi,aku ikuti saja ke mana arah perawat tadi,semakin dekat suara musik terdengar semakin jelas,lagunya begitu menenangkan jiwa bagi siapa saja yang mendengarnya,sekilas aku diam terpaku mendengarkan harmoni lagu yang menyatu dalam satu hentakan,aku hampir tak bisa melihat sosoknya,banyak anak anak di rumah sakit ini mengelilinginya
“Ah ramai sekali” pikirku dalam hati.
30 menit aku menikmati permainan musik itu,setelah selesai banyak pujian yang dilontarkan untuknya,aku mencoba mendekat,kulihat seorang gadis dengan rambut sebahu,mata yang bersinar,senyum yang indah hanya satu yang bisa ku katakan “YEPPEODA”

“Nuguseyo?” gadis itu bertanya padaku heran

“Ah,,aku,aku” bingung rasanya untuk mengatakan sesuatu.

“Neo?” gadis itu menunjuk diriku,menatapku bahkan bukan hanya itu ia juga mendekatiku,tak tau apa yang akan ia perbuat padaku,aku malah merasa bertambah bingung di tatap seperti itu.

Ia mengusap bibirku yang penuh darah,dengan tangan halusnya ,mengusap lukaku dengan lembut,matanya mencoba menerobos tiap celah wajahku,segera ia berbalik dan mengeluarkan kotak obat di sebuah lemari kaca tak jauh dari tempat kami berdua berdiri,dengan cekatan ia memberikan alkohol ke kapas dan mengobati lukaku secara perlahan,dan sekali lagi aku meringis menahan rasa sakit.


“Ah,Appo”

“Appo?,kau melakukan pertengkaran tanpa memikirkan kedepannya?”

“yaa,kau pikir kau siapa beraninya menasehatiku” sergahku cepat.

“aku tak tahan melihat orang luka sampai parah begini” ucapnya sembari tersenyum,jujur saja aku terhenyak beberapa detik,ada sesuatu yang mengganjal di hatiku.

“chae won,Moon chae won imnida”gadis itu mengulurkan tangannya,aku tersenyum simpul dan ikut menyambut uluran tangannya.

“Joong ki,Song joong ki imnida”

ini adalah pertemuan pertamaku terhadap seorang  gadis yang bisa membuatku merasa nyaman dan hangat,permainan takdir hidup kami dimulai dari sekarang.

.

.

.

.

#N0RMAL POV

kini joong ki tengah duduk di dalam ruangan yang cukup luas,ia hanya memandangi gadis yang sedari tadi merapikan kotak obat yang ia gunakan untuk mengobatinya tadi.

“kau perawat di sini” joong ki mencoba memecahkan kesunyian.

“Aniyo” chae won menjawab tanpa menoleh,dan tetap fokus menata peralatan P3K.

“kalau bukan berarti kau pasien di sini?”

“Aniyo”

“lalu,,?”

“Aku putri pemilik rumah sakit ini” chae won duduk tepat di sebelah joong ki

“jinja? Kau bekerja di sini?” joong ki mencoba menggali informasi dari gadis yang tengah membuatnya penasaran.

“hmmff,hmff,hmpppp”

“jangan tertawa”

“apa aku pantas menjadi pekerja rumah sakit di sini? Semacam perawat atau dokter? Haha kau lucu joong ki~ssi”

“teruslah tertawa,aishh gadis menyebalkan”

“gaerae,aku seorang mahasiswa jurusan teater di universitas seoul,tapi aku bukanlah gadis normal yang mempunyai fisik yang kuat,aku mengalami gangguan saluran pernafasan,ayahku cemas jika aku setiap hari ke universitas dan tak bisa menjagaku 24 jam,dan tak ada pilihan ayahku memanggil dosen ke rumah sakit,ini memalukan bukan gadis berumur 20 tahun masih dalam pengawasan orang tua” chae won tertunduk malu,raut mukanya seakan berkata “Aku ini orang yang menyedihkan”

“jangan menatapku seperti itu,aku jadi semakin terlihat menyedihkan” chae won meyadarkan joong ki yang sedari tadi menatapnya intens.

“chae won Agassi,prof.kim sudah datang” tiba tiba seorang perawat menghampiri chae won.

“eoh.ne,mianhe joong ki ~ssi,aku harus mengikuti mata kuliah sekarang,semoga lukamu cepat sembuh,Anyeong” chae won melambaikan tangannya.

Hingga detik itu pun joong ki masih tetap menatap chae won , rasa kepedihan gadis itu kini ikut masuk dalam tubuh joong ki,kini joong ki menyadari satu hal tentang hidup yaitu “semangat dalam menjalani hidup”

Jam dinding menunjukan tepat pukul 12 malam,joong ki tak sedikitpun bergerak dari tempat duduknya,ia merenungi apa yang telah ia lihat dan dengar.

“bahkan aku lebih menyedihkan darinya” ucap joong lirih.

Ia beranjak dari tempat duduknya dan keluar dari rumah sakit,jangan heran tengah malam pun kota seoul masih begitu ramai.

Sesampainya di depan rumah,joong ki dengan santai membuka pintu ternyata kakek joong ki sedari tadi menunggu di depan pintu.

“harabeoji,kau sudah bertmbh tua,tidakkah perbuatanmu itu akan merugikan dirimu sendiri” joong ki melewati kakeknya begitu saja,tetapi langkahnya terhenti ketika sang kakek angkat bicara.

“kau tak seperti ayahmu yang pekerja keras,melayani masyarakat 24 jam,walau lelah ia memberikan pelayanan terbaiknya,sampai akhirnya ia meninggal saat melayani pasien.mengenaskan”

joong ki masih kurang paham atas apa yang di katakan kakeknya.

“ia mempunyai gangguan saluran pernafasan,gelarnya dokter,tapi menjaga diri saja ia tak bisa” kakek joong ki berbicara dengan nada meremehkan

“jadi itulah sebabnya,kau melarangku untuk menjadi seorang dokter?”

“aku tak mau mengulangi,kejadian yang buruk itu” kakek joong ki mendekati joong ki.

“jadilah pewaris perusahaan,bekerjalah di sana,meskipun aku tahu kau tak berbakat satu pun tentang pelajaran ekonomi bisnis,aku tetap berharap padamu”

.

.

.

.

#JOONG KI POV

Hari hari kulalui seperti biasa,membolos seperti biasa,masuk ke mata kuliah kedokteran tanpa di ketahui siapapun,kadang jika aku ketahuan pun aku langsung melarikan diri ,ini menyenangkan.
Mungkin hari ini hari keberuntunganku aku dapat masuk dan mengikuti mata kuliah kedokteran dengan sempurna,ketika waktu luang pun aku gunakan waktu di perpustakaan buku buku mengenai Ilmu Kedokteran Dasar I, Infeksi dan Imunologi,Endokrin,Hematologi dan sistem limfatik, Neuromuskuloskeletal, Ilmu Kedokteran Forensik ,Neoplasma dan Degeneratif semuanya

kucari,dan setelah utupun aku merangkum,mempelajari,memahami semua buku yang berhubungan tentang saluran pernafasan.kadang ini membuatku mengenang masa sulitku,di mana seharusnya seorang ayah menemani bocah berumur 7 tahun yang sedang berulang tahun saat itu,tapi,saat itu juga sang ayah menghembuskan nafas terakhirnya,ini adalah suatu kenangan yang seharusnya tidak ku ingat,aku selalu mencoba menutupnya rapat rapat,tapi gadis itu,gadis itu mampu membuka semua kenangan yang telah kukubur dalam,gadis yang kini membuatku semakin menekuni mata kuliah kedokteran.

“joong ki yeobo”

suara menggelikan itu menggangguku di saat aku ingin sendiri.

“eoh” jawabku sesingkat mungkin

“eoh? Kau hanya berkata eoh?”

“lalu aku harus menjawab apa?” aku tetap mencoba fokus pada apa yang sedang kukerjakan sekarang

“setidaknya kau bilang,kau sudah makan hye jin”

“kau sudah makan hye jin?”

“ajik,aku makan bersamamu kajja”

“Ani,aku sibuk sekarang”

“yaa,kenapa kau hanya mementingkan dirimu sendiri hah!”

“seharusnya aku yang berkata seperti itu padamu” mungkin sudah keterlaluan,tapi aku benar benar  tak suka padanya,di lihat dari sisi manapun aku tak menyukainya,aku penasaran sihir apa yang digunakannya untuk mendapat simpati hati kakek.

“yaaa!! Akan kukatakan pada kakek kalau kau diam diam mengambil mata kuliah lain”

“katakan saja,tapi selanjutnya jangan berharap bisa bertemu denganku lagi” kubereskan semua buku bukuku cepat.

“aku tak bisa berkonsentrasi jika kau mengoceh terus di hadapanku” ucapku sinis ,dan detik selanjutnya aku meninggalkan perpustakaan,sekilas aku dapat melihat eksperesinya mengatakan “KAU TAK KAN LEPAS DARI TANGANKU JOONG KI” aku acuhkan ancaman tak berguna seperti itu.

Sepanjang koridor kutelurusi,aku ikuti saja langkah kakiku,kudengar alunan musik piano tak jauh dari tempatku berdiri,kuhentikan langkahku,ruangan yang terletak tak jauh dari perpustakan itu pusatnya,suara itu berasal dari sana kupandangi sekelilingku dan sepertinya tak ada orang lain di sini selain aku,tapi alunan ini,sepertinya tak asing lagi bagiku,instingku membawaku ke sana.

“NEO!!” ucapku kaget tak percaya

“eoh,joong ki~ssi” gadis itu menhentikan permainan musiknya.

“bukankah kemarin kau bilang”

bukannya gadis itu menjawab ia malah tergesa gesa mendekati joong ki dan membekap mulutnya dengan cepat.

“kau bisa rahasiakan ini”

“embppp embppp”

“oh ayolah kumohon”

“embpp embpp”aku bereaksi agar chae won melepaskan tangannya.

“eoh,mianhe mianhe” chae won sadar akan kesalahannya

“hah~hah~hah~ neo micheoso?” aku mencoba mencari udara di sekitarku.

“mianhe” chae won berkata gugup

“hah lupakan,sekarang katakan kenapa kau di sini dan tiba tiba membekapku”

“aku melarikan diri”

“mwo,mworago?” aku tak habis pikir ia akan berbuat senekat itu

“aku bosan,aku juga sesekali ingin menjadi mahasiswa biasa” chae won duduk di kursi yang berhadapan langsung ke arah taman.
“aku juga ingin melihat alam bebas seperti ini,hhah~ ini menyenangkan”

Ia berbalik memandangku, seperti biasa senyumya sangat indah

“tapi apa kau akan baik baik saja?”

“yah..aku yang paling tahu kondisi tubuhku,eoh apa ini?” chae won mengambil setumpuk buku yang jatuh ketika chae won menutup mulut joong ki secara paksa
“wah,kau mahasiswa kedokteran?”

“eoh” jawabku singkat.

“bilik kanan,bilik kiri,empedu,alveolus,ahh ini mengingatkanku ketika aku ingin belajar seperti ayah”

“kau juga ingin menjadi seorang dokter?”

“ani,aniya,aku hanya pernah mempelajarinya dulu”

“sepertinya jalan menuju ke sini,tak banyak orang yang tahu”

“ne,kupikir juga begitu,kau tahu ini tempat persembunyianku”
chae won bicara sedikit berbisik,dan menurutku dia terlihat lucu.

“kalau begitu,maukah kau berbagi tempat ini denganku”

“nde?”

-TBC-

HUAAAAAAA akhirnya chpter pertama selesai juga,wah saya kesulitan dalam mencari informasi mata kuliah kedokteran,yang baca wajib komen ya,mau lanjut atau harus berhenti di sini,,terima kasih bagi yang sudah membaca ^^

13 thoughts on “FANFICTION ( SONG JOONG KI & MOON CHAE WON) FIRST LOVE (첫사랑) PART 1

  1. maaf baru komen chinggu,, aku baru tah kalau di wp ini ada ff chaeki couple,, hehehhe *plakk
    em,, ceritanya menarik,, jadi Chae Woon seorang penderita penyakit saluran pernapasan dan Jong Ki namja yang bandel,, ok lah,, ijin baca part selanjutnya ya chinggu,,🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s